WAJO, RagamArtikel.com – Sebuah rumah panggung kayu milik warga bernama Indo Angka di Lingkungan Tae, Kelurahan Mattirotappareng, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, roboh total pada Sabtu (16/5/2026).
Beruntung, peristiwa tragis tersebut tidak memakan korban jiwa. Saat kejadian berlangsung, pemilik rumah bersama seluruh anggota keluarganya sedang berada di luar untuk bekerja sebagai buruh pengupas bawang.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wajo langsung menerjunkan tim ke lokasi kejadian guna melakukan asesmen mendalam serta pendataan menyeluruh terkait dampak bencana tersebut.
Surveior Pusdalops BPBD Wajo, Rismawan, menjelaskan bahwa hunian kayu milik Indo Angka tersebut sebelumnya memang dilaporkan sudah dalam kondisi lapuk dimakan usia. Kerentanan ini kian diperparah oleh kondisi lingkungan sekitar yang belakangan ini kerap terdampak luapan air.
“Kondisi bangunan yang sudah berumur kian diperparah dengan lingkungan sekitar yang beberapa waktu terakhir terendam luapan air banjir. Hal ini diduga kuat melemahkan struktur tiang penyangga utama rumah,” ujar Rismawan saat dikonfirmasi media, Senin (18/5/2026).
Ia melanjutkan, pada Sabtu siang, struktur bangunan yang sudah tidak stabil tersebut akhirnya runtuh secara tiba-tiba. Akibatnya, tempat tinggal yang dihuni oleh satu kepala keluarga dengan total empat jiwa tersebut mengalami kerusakan berat hingga rata dengan tanah. Sebagian besar perabot rumah tangga milik korban pun ikut hancur tertimbun reruntuhan bangunan.
“Syukurlah, saat kejadian bangunan dalam keadaan kosong karena pemilik bersama keluarganya sedang bekerja di luar, sehingga tidak ada korban jiwa,” tambah Rismawan.
Pascakejadian tersebut, korban kini sangat membutuhkan ulur tangan dari berbagai pihak. Pihak keluarga berharap adanya perhatian khusus serta bantuan stimulan dari pemerintah daerah guna meringankan beban ekonomi dan mempercepat pemulihan tempat tinggal mereka. (RA)

