![]() |
| source : inilahcelebes.com |
Ringkasan Utama
- Warga Sengkang menilai deretan pohon milik Pemda Wajo di sejumlah ruas jalan berisiko tumbang dan membahayakan keselamatan.
- Insiden palem tumbang di Jalan Jend. Sudirman menimpa mobil yang melintas; tidak ada korban jiwa, tetapi menimbulkan kerugian materi.
- DLH Wajo mengakui kewenangan perawatan pohon dan menyatakan eksekusi penanganan mengikuti antrean laporan karena keterbatasan sumber daya.
- Pegiat keselamatan mendorong inspeksi berkala, transparansi antrean, serta kanal pengaduan yang responsif.
Konteks dan Latar Belakang
Sebulan terakhir, percakapan di grup warga dan komunitas pejalan di Kota Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, ramai menyoroti kesehatan pohon-pohon peneduh milik pemerintah daerah. Banyak batang menunjukkan tanda-tanda penuaan: kulit terkelupas, dahan lapuk, hingga kemiringan yang mengarah ke badan jalan. Di tengah musim hujan-berangin, kekhawatiran itu berubah menjadi alarm keselamatan.
Puncak kegelisahan terjadi setelah sebuah pohon palem berukuran besar tumbang di Jalan Jend. Sudirman. Pohon jatuh melintang dan menimpa mobil yang sedang melintas. Beruntung, tidak ada korban jiwa. Namun, pemilik kendaraan menanggung kerusakan bodi dan kaca yang retak. Peristiwa ini menjadi pemicu diskusi publik soal kesiapsiagaan pemerintah.
Suara Warga di Titik Rawan
- "Kalau hujan deras, kami memilih memarkir agak jauh dari deretan pohon. Dahan sering patah," kata Rani, warga yang berdagang di koridor Sudirman.
- Nurdin, pengemudi ojek, menyebut ruas poros menuju pasar sentral sebagai titik yang paling mengkhawatirkan. "Angin kencang, bunyi dahan berderak. Kami waswas," ujarnya.
Warga berharap audit menyeluruh terhadap pohon tua dipercepat, terutama di koridor sekolah, rumah sakit, dan jalur angkutan umum. Mereka juga meminta penandaan jelas pada pohon berisiko tinggi agar pengguna jalan bisa mengantisipasi.
Tanggapan dan Kebijakan DLH
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wajo, Andi Hasanuddin, menegaskan bahwa perawatan, pemangkasan, hingga penebangan pohon perkotaan berada di bawah kewenangan dinasnya. "Kami akan tindak lanjuti sesuai dengan antrean laporan yang masuk," ujarnya, sembari menjelaskan penanganan tidak selalu dapat dilakukan seketika karena keterbatasan personel, peralatan, dan prioritas kedaruratan.
Menurut DLH, alur kerja saat ini mencakup verifikasi laporan, inspeksi lapangan, penilaian tingkat risiko, lalu eksekusi pemangkasan atau penebangan. Penetapan prioritas mengedepankan parameter berikut:
- Kedekatan pohon dengan fasilitas publik dan kepadatan lalu lintas.
- Tanda-tanda struktural: kemiringan tajam, rongga pada batang, jamur, dan dahan menggantung.
- Prakiraan cuaca dan potensi dampak jika tumbang.
Analisis Risiko dan Rekomendasi Ahli
Pakar kehutanan perkotaan menilai pemeriksaan visual harus dilengkapi metode sederhana seperti sounding (ketukan) untuk mendeteksi pelapukan internal, serta pemasangan QR atau label status pohon (aman, waspada, bahaya). Di lokasi rawan, tindakan preventif yang disarankan meliputi:
- Pemangkasan struktural berkala untuk mengurangi beban tajuk.
- Pengikatan sementara (cabling/bracing) pada dahan kritis sambil menunggu penebangan selektif.
- Peremajaan bertahap dengan jenis pohon berakar kuat, perakaran dalam, dan kanopi tidak terlalu berat.
Kanal Laporan dan Keterlibatan Publik
Sejumlah pegiat keselamatan jalan mendorong pemerintah menyiapkan kanal pengaduan yang responsif—terintegrasi dengan peta titik rawan—serta dashboard antrean yang bisa dipantau publik. Mekanisme ini diyakini meningkatkan kepercayaan warga dan mempercepat deteksi dini. Warga diminta segera melapor bila menemukan:
- Pohon miring ke badan jalan lebih dari 15 derajat.
- Batang berlubang, membusuk, atau muncul jamur besar.
- Dahan patah yang menggantung atau menggesek kabel utilitas.
Laporan sebaiknya memuat lokasi presisi (pin), foto, waktu kejadian, dan keterangan singkat kondisi cuaca.
Dampak Lalu Lintas dan Keselamatan Publik
Insiden pohon tumbang kerap memicu kemacetan dan mengganggu akses layanan darurat. Koordinasi lintas instansi—DLH, Dinas Perhubungan, Damkar, dan PLN—perlu dipastikan sejak tahap inspeksi agar pemangkasan dekat jaringan listrik dapat dilakukan aman dan cepat. Penutupan jalur sementara disertai rambu portabel dan petugas pengatur arus disarankan untuk meminimalkan risiko sekunder.
Langkah ke Depan
DLH Wajo menyatakan tengah menginventarisasi laporan dan mengeksekusi penanganan secara bertahap berdasarkan urgensi. Dalam jangka pendek, audit visual koridor padat dan jadwal pemangkasan pra-musim hujan dapat menjadi fokus. Jangka menengah mencakup peremajaan spesies dan penguatan SOP inspeksi. Dalam jangka panjang, kota membutuhkan rencana pohon perkotaan yang terukur—mulai dari pemilihan jenis, jarak tanam, hingga anggaran perawatan.
Panduan Singkat Pengguna Jalan
- Hindari berhenti/parkir di bawah pohon tua saat cuaca ekstrem.
- Perhatikan retakan tanah di sekitar akar; itu bisa menandakan instabilitas.
- Gunakan jalur seberang jika melihat dahan besar menggantung.
- Laporkan segera temuan berisiko melalui kanal resmi pemerintah daerah.
Catatan Redaksi: Redaksi menunggu pemutakhiran data antrean penanganan dari DLH Wajo untuk disampaikan kepada pembaca begitu tersedia.
