![]() |
| Anggota CALSIC saat menghadiri suatu acara. (foto: detikoto) |
JAKARTA – Siapa sangka, sebuah keisengan di media sosial bisa berubah menjadi salah satu kekuatan otomotif terbesar di Indonesia? Itulah cerita di balik berdirinya Calya Sigra Club (CALSIC), wadah bagi para pemilik "mobil kembar" Toyota Calya dan Daihatsu Sigra yang kini tersebar di seantero negeri.
Berawal dari Facebook, Berakhir Jadi "Rumah Kedua"
Dilansir dari detikoto, semuanya bermula dari keinginan sederhana: menyatukan para pengguna Calya dan Sigra dalam satu grup Facebook untuk saling tukar informasi. Namun, antusiasme publik ternyata meledak. Grup WhatsApp yang dibentuk setelahnya langsung diserbu ratusan orang dari berbagai kalangan.
Tak butuh waktu lama bagi mereka untuk menyeriusi gerakan ini:
- 28 Agustus 2016: Deklarasi resmi nama Calya Sigra Community.
- 25 September 2016: Pertemuan perdana pembentukan pengurus pusat sekaligus perubahan nama menjadi Calya Sigra Club. Tanggal ini pun resmi ditetapkan sebagai hari jadi CALSIC.
Bukan Sekadar Komunitas Mobil, Tapi Pelopor Keselamatan
CALSIC menegaskan bahwa identitas mereka jauh melampaui sekadar kumpul-kumpul (kopdar). Komunitas ini memiliki visi besar untuk menjadi wadah yang memajukan bidang sosial, olahraga, hingga pariwisata.
"Kami bukan hanya ingin menjadi komunitas otomotif, tetapi juga menjadi 'rumah kedua' bagi para anggota," tulis pernyataan resmi klub tersebut.
Keunikan CALSIC: Keluarga & UMKM
Ada dua hal yang membuat CALSIC tampil beda dari komunitas mobil kebanyakan:
Guyub Bareng Keluarga: Setiap kegiatan CALSIC selalu melibatkan keluarga, baik suami, istri, hingga anak-anak.
Dukungan Ekonomi Kreatif: CALSIC aktif membantu para anggotanya yang memiliki usaha (UMKM) untuk saling mempromosikan produknya di dalam jaringan komunitas.
Misi Besar di Jalan Raya
Sebagai salah satu komunitas dengan basis massa terbesar—terbukti dengan lebih dari 17 ribu pengikut di akun Instagram @calyasigraclub—CALSIC mengusung misi mulia:
- Pertama, meningkatkan dan mewujudkan prestasi olahraga dan kreatifitas pada kendaraan bermotor.
- Kedua, meningkatkan dan mengembangkan kegiatan wisata kendaraan bermotor atau touring.
- Ketiga, meningkatkan budaya dan wawasan berkendara bagi masyarakat untuk meningkatkan keselamatan dan kelancaran lalu-lintas di jalan.
Kekompakan dan konsistensi inilah yang membawa CALSIC berevolusi dari sekadar grup obrolan singkat menjadi organisasi otomotif yang solid dan disegani di Indonesia.
